Evaluasi Sumatif Ganjil dan Workshop IFP Tingkatkan Kompetensi Guru KKG Varigata Anggrek

Kelompok Kerja Guru (KKG) Varigata Kecamatan Anggrek kembali melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui agenda Evaluasi Persiapan Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Ganjil Tahun 2025–2026 yang dirangkaikan dengan Workshop Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di SD Negeri 2 Anggrek mulai pukul 07.30 Wita hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh Korwil Pendidikan Kecamatan Anggrek H. Usman Kadir, M.Pd, serta Pengawas Bina Hj. Fatrawati Lawuo, M.Pd. Para kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan turut hadir, mengenakan jersey kuning sebagai simbol kekompakan dan identitas komunitas KKG Varigata. Suasana ruang aula terlihat dinamis dengan smartboard 75 inci terpasang di bagian depan untuk keperluan demonstrasi.


Pada pembukaan kegiatan, Korwil Pendidikan menegaskan pentingnya evaluasi terencana menjelang pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Ganjil. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap sekolah mempersiapkan administrasi, instrumen, serta strategi pelaksanaan asesmen sesuai kalender pendidikan.

Para guru kemudian diarahkan untuk meninjau kembali kesiapan perangkat ajar, jadwal, hingga teknis pengawasan yang akan diterapkan di masing-masing sekolah. Diskusi ringan antar-guru terlihat berlangsung antusias, mencerminkan keseriusan dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan tertib dan berkualitas.

Sesi selanjutnya diisi dengan workshop penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital yang dipandu langsung oleh Feri Gustomi Kaharu, S.Pd, pemateri yang ditugaskan untuk mensosialisasikan penggunaan perangkat digital ini kepada 10 sekolah sasaran.

Dalam penyampaiannya, Feri menjelaskan konteks kehadirannya. Ia mengikuti pelatihan Bimtek Kementerian Pendidikan di Jakarta pada Oktober 2025 terkait pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID). Setelah pelatihan, ia menerima tugas melalui Rencana Pelaksanaan Lanjutan (RPL) untuk mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut di sekolah-sekolah terdekat. Melalui koordinasi bersama ketua KKG, kegiatan kemudian dipusatkan di KKG Varigata Anggrek karena banyak sekolah di wilayah tersebut yang telah menerima perangkat IFP.

“Saya hadir di sini atas tugas dari kementerian untuk meneruskan pelatihan yang saya ikuti. Harapannya, perangkat ini dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif dan mendalam,” ujar Feri saat memulai sesi praktik.

Feri memulai demonstrasi dengan menjelaskan konsep dasar Papan Tulis Digital sebagai media interaktif yang dapat digunakan untuk asesmen, penyampaian materi, permainan edukasi, hingga kuis. Ia menekankan bahwa perangkat ini dirancang bukan hanya untuk penyajian materi satu arah, tetapi untuk mengaktifkan siswa dalam proses belajar.

Smartboard berukuran 75 inci di bagian depan aula menjadi pusat perhatian seluruh peserta. Melalui perangkat tersebut, Feri menunjukkan fitur-fitur dasar seperti:

  1.  Papan tulis dengan variasi latar
  2.  Penulisan menggunakan jari atau pen stylus
  3.  Konversi tulisan tangan menjadi teks
  4.  Mode papan tulis ganda untuk aktivitas kelompok siswa
  5.  Fitur geometri yang merapikan gambar secara otomatis
  6.  Alat bantu “mistar” dan “busur” digital untuk materi matematika
  7.  Navigasi layar dengan dua jari dan kembali ke beranda dengan lima jari

Setiap demonstrasi disampaikan secara bertahap dan jelas. Para peserta memperhatikan dengan saksama, sesekali berdiskusi dan mencatat langkah-langkah penting. Suasana pelatihan menjadi lebih hidup ketika Feri memperlihatkan cara menggunakan internet, mengambil screenshot, hingga melakukan anotasi pada video pembelajaran. Ruangan terdengar ramai ketika pemateri menunjukkan fitur-fitur yang sebelumnya belum dikenal peserta, menandakan sesi berlangsung efektif dan menarik.

Dalam sesi lanjutan, Feri mengarahkan peserta pada berbagai platform yang dapat diakses melalui IFP. Ia memperkenalkan:

 1. Rumah Pendidikan - Ruang Murid

Platform berisi sumber belajar, lab maya, dan gim edukasi. Guru dapat menyesuaikan materi dengan jenjang kelas dan tema pembelajaran.

 2. Qreatif.id

Situs yang menyediakan simulasi, termasuk model 3D seperti tata surya, bangun ruang, hingga permainan edukasi untuk digunakan di Android maupun Windows.

 3. Wordwall

Platform populer untuk membuat kuis interaktif, permainan matematika, hingga soal penjumlahan kelas awal yang dapat langsung digunakan melalui IFP.

Pemanfaatan platform tersebut memberikan gambaran konkret kepada guru tentang sumber belajar digital yang relevan dan mudah diterapkan di kelas.

Di akhir sesi, Feri menawarkan untuk berbagi pengetahuan tambahan terkait pembuatan media pembelajaran digital. Ia menyebutkan bahwa ia menyusun beberapa materi matematika menggunakan Canva yang dapat dikembangkan menjadi aplikasi edukasi sederhana berbasis AI.

“Kalau ada waktu dan kesempatan, saya siap berbagi materi lanjutan tentang pembuatan aplikasi atau media pembelajaran digital menggunakan AI,” ungkapnya.


Kegiatan evaluasi dan workshop ini memberikan pengalaman baru bagi para guru, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi Sumatif Akhir Semester Ganjil. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran, guru-guru KKG Varigata diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, modern, dan sesuai perkembangan zaman.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar serta berinovasi dalam dunia pendidikan.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *